Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label pacaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Hukum Pacaran ??



By: Sigit (farohis '12)
Keragu-raguan sering menghambat seseorang untuk menjalankan atau meninggalkan suatu jenis perbuatan. Demikian pula yang dialami remaja muslim kini, keraguan akan halal/haramnya pacaran membuat kebanyakan mereka tetap tenang-tenang saja menjalin hubungan dengan cara satu ini. Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang pacaran? Halal/haram? Mari kita telaah baik-baik.
Pertama, pacaran dapat tergolong dalam tindakan ‘mendekati zina’ yang jelas sekali larangannya. Sebagaimana ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra ayat 32)
Tak jarang kita temui remaja yang pada akhirnya terjebak dalam zina setelah berpacaran. Betapa banyak kita jumpai muda-mudi yang married by ‘accident’ lantaran kebablasan pacaran. Na’udzubillah! Inilah mengapa kita golongkan pacaran sebagai satu perbuatan yang mendekati zina. Mendekati saja dilarang apalagi terang-terangan berzina!?
Lebih dari itu dalam beberapa hadist dikatakan zina itu ada bermacam-macam, bukan hanya zina farji.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina-zina. Maka zinanya mata dengan memandang (yang haram), zinanya lisan dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR Al-Bukhori no 6243 dan Muslim no. 2657)
Memandang saja bisa jadi haram bila tidak tahu ilmunya.
“Katakanlah (Muhammad) kepada laki-laki yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…” (An-Nur ayat 30-31)
“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), maka beliau memerintahkan aku untuk memalingkan pandanganku.” (HR Muslim no. 5609)
Lalu bagaimana dengan orang yang pacaran? Bagi mereka saling memandang sudah menjadi hal biasa, bahkan mungkin tergolong dalam hal paling sepele yang biasa dilakukan orang berpacaran. Sebagian mereka bahkan sudah membiasakan diri dengan pegangan tangan, peluk-pelukan bahkan bangga bila sudah mampu ‘ciuman’.Na’udzubillah! Padahal berjabat tangan dengan bukan mahramnya sudah tergolong satu perbuatan yang diharamkan.
Dari Ma’qil bin Yasar bin Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang dari kamu dengan jarum besi itu jauh lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
Dari Asy-Syabi bahwa Nabi saw. ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, “Aku tidak berjabat (baca: menyentuh) tangan dengan wanita.” (HR Abu Daud dalam al-Marassi)
Dari dalil-dalil di atas tentunya bagi orang yang benar-benar mengharapkan kebenaran telah mengetahui secara pasti bagaimana hukumnya pacaran. Yang jadi pertanyaan harusnya bukan lagi mengenai halal-haramnya pacaran namun bagaimana menjauhkan remaja muslim kita dari budaya yang telah jelas kemudharatannya ini. Wallohu a’lam bisshawwab

Kamis, 14 Februari 2013

*pacaran ??


‎by: Ratna (farohis '13)
Shobat, ngebahas masalah percintaan dan pacaran gak bakal ada habisnya. Dan ini adalah topic yang seru untuk di bicarakan.. setuju ??
Yuk kita intip sedikit tentang masalah pacaran hehe…
Kata orang nih, pacaran adalah salah satu metode penjajakan yang dilakukan seseorang sebelum menginjak ke pelaminan alias menikah.
Shob.. dalam islam gak ada yang namanya pacaran pra nikah, adanya pacaran pasca nikah.. setuju?? Setuju..
Tapi melihat fenomena remaja sekarang ini, kayaknya kalo gak pacaran belum lengkap. Takut di cap kuper lah, kolot, gak gaul. Dan kata yang sejenisnya. kita hidup di dunia ini karena Alloh, kita hidup di dunia ini punya tugas. Yupz.. beribadah kepada Alloh adalah tugas kita. Lalu gimana dengan pacaran ???
** 
Kata teman-teman saya.. pacaran itu bisa numbuhin semangat untuk pergi ke sekolah, semangat belajar, semangat beraktivitas. Intinya, kata mereka pacaran itu bisa membangkitkan semangat diri.. setuju gak tuh ?? GAK!!!
Lepas dari itu semua, pacaran itu dampak negatifnya luar biasa loh… nih
1. Katanya bikin semangat bersekolah, iya sih gak salah,,, tapi semangatnya bukan untuk pelajaran tapi untuk ketemu si do’i. ya gak ??
2. Ngabisin duit. Gak percaya ??? Tanya aja para aktivis merh jambu itu.
3. Pacaran itu DOSA. Yee… nawar. :/ udah pasti lagi, Alloh udah ngelarang kita untuk mendekati zina. Dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan kita padanya tentu di haramkan kan ?? termasuk PACARAN.
4. Sering kena panyakit GALAU. Iya apa iya ??? yang ini pasti bener. Lihat deh para aktivis mareh jambu itu. Dikit-dikit GALAU, dikit-dikit galau. Heheh galau kok dikit-dikit >,<.
5. Di bakar api CEMBURU. Hello…. Pacar kamu itu bukan siapa-siapa kamu, ngapain juga kamu cemburu ?? Cuma ngabisin energy kamu aja.
6. Produktivitas berkurang. Kalau kamu pacaran, pasti waktu kamu bakalan tersita buat pacar kamu. Ya gak ?? jadi gak produktif kan ??
7. Putus cinta galau luar biasa. Kalau ada lagu “jatuh cinta berjuta rasa” ( ada asem, manis, pait kali yaaa :P ) tapi kalau putus cinta galau jadinya. Haduduh.. hidup kok di bikin galau. Dunia gak selebar daun kelor broo..
8. Ngabisin pulsa.
9. Buang-buang waktu.
10. Aktivitas yang di senengin setan ( berarti kamu temennya setan dok :P ). Aktivitas yang di benci Alloh merupakan aktivitas yang disukai setan.
Dan masih buanyakkk lagi dampak negative yang di sebabkan oleh aktivitas yang terlarang ini.
Ane mau ngomporin aja nih….. lebih baik putusin aja pacarmu sebelum terlambat, lekaslah bertaubat karena ajal semakin dekat, gak mau kan kalau ajalnya datang pas lagi maksiat ?? mending cepetan bertaubat sebelum ajal mendekat. Hehehe
Cinta itu fitrah… cinta itu gak salah kok… karena itu sebuah anugrah yang indah dari Yang maha Rahmah. Tapi cinta itu juga bisa jadi fitnah tatkala kita salah arah dalam managementnya.
Nih ada beberapa tips supaya kamu terhindar dari yang namanya pacaran :
1. Gunain waktu luang kamu buat hal yang bermanfaat seperti melakukan hobby kamu.
2. Tutup telinga. Loh maksudnya ??? biarin aja di katain kuper, kolot, gak gaul karena kamu gak punya pacar.
3. Selalu mendekatkan diri pada Illahi, dan minta pada-Nya supaya di jauhkan dari aktivitas yang penuh dengan maksiat.
4. Perbanyak teman.
5. Jangan biarkan waktu luang. Tujuannya biar gak ngelamun and panjang angan-angan.
6. Aktif dalam berbagai organisasi ( yang positif tentunya).
7. Menundukkan pandangan or bahasa kerennya ghadul basher gtu
8. Sadar !!! lah emang pingsan apa ?? bukan itu maksudnya shob.. sadar disini, kamu harus sadar kalau aktivitas pacaran itu dosa and bisa ngejerumusin kamu ke hal yang negative. Percaya deh ^^

Nah itu bebera tips agar kamu terhindar dari penyakit merah jambu itu. Hehehe

Di akhir celotehan saya ini, saya teringat sebuah perkataan dari guru saya, “ KEJARLAH CITA MAKA CINTA AKAN MENGIKUTINYA”

Jadi.. untk shobat muda yang ku sayangi karena Alloh ( cieehhh)… mending kita focus dulu ke apa yang kita impikan dan cita-citakan. Masalah cinta nanti belakangan. Gak usah risau karena Alloh juga udah nyiapin pasangan kita kan ?? ( hehehh)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) …” ( QS. AN-Nuur:26)

Let’s say NO TO PACARAN

*kritik dan saran sangat ana butuhkan biar bisa corat-coret lebih baik lg :)

Rabu, 13 Februari 2013

14 Februari Bukan Valentine, Tapi...


by: Sigit (farohis '12)
                14 Februari, biasanya dimaknai sebagai V-day atau valentine day yang dikatakan sebagai hari kasih sayang. Biasanya para pemuda merayakannya dengan saling memberi kado, saling memberi coklat dan berbagai hal lain berkaitan dengan cinta. Parahnya terkadang cinta justru dimaknai sebagai hubungan kasih antar pasangan hingga tak jarang V-day ini justru menjadi pintu masuk dari perzinahan.
                Budaya pacaran sebelum nikah juga dipromosikan lewat momen ini padahal jelas itu bukan budaya muslim dan sangat bertentangan dengan syariat karena termasuk mendekati zina.
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Dalam pacaran sering kita jumpai para pasangan saling berpegangan tangan, pelukan bahkan hingga mencium pasangannya. Ini jelas-jelas hal yang terlarang menurut syariat.
“Mata bisa berzina, hati bisa berzina. Zinanya mata adalah memandang (perkara haram), sedangkan zinanya hati adalah mengharapkan (perkara haram). Sementara kemaluan bisa mengajak atau mengingkari berbuat zina” (HR. Ahmad)
“Ditikam seseorang dari kalian dikepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. ath-Thabrani].
Selain itu valentine day juga merupakan perayaan yang mengarah pada tasyabbuh atau meniru-niru budaya orang kafir
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

14 Februari Hari Menutup Aurat Internasional
Untuk mengcounter budaya V-day yang telah menyebar muncullah satu ide kreatif untuk mempromosikan 14 Februari sebagai hari Hijab Internasional. Ya, dengan menutup aurat peluang terjadinya perzinahan dapat dikurangi dan memang menutup aurat sudah menjadi barang wajib bagi yang mengaku muslimah.
Aksi pun dilakukan di berbagai tempat berbeda dengan tujuan sama untuk mengkampanyekan menutup aurat pada masyarakat. Ini adalah suatu upaya untuk mencegah dan menutup pintu zina yang dibuka pada 14 Februari itu.
Banyak yang terlibat dalam aksi ini, para guru, pedagang pasar, ibu rumah tangga, ldk, masjid, jamaah fesbukiyah, dan majelis twitteriyah juga terlibat bersama. NGO, LSM dan berapa organisasi lain, termasuk para pengusaha jilbab dan busana muslimah. Tak hanya di seluruh kota di Indonesia, tapi juga seluruh Malaysia, Hongkong dan Macau serta UK.
            Jenis kegiatan sendiri bisa bermacam-macam, bisa dalam wujud membuat spanduk dan berkeliling menyebar sticker. Ada pula yang menyebar jilbab dan membagikannya secara gratis. Ada yang mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai sejarah valentine serta pentingnya menutup aurat. Rame pokoknya J
Bahkan dari aksi ini ada nonmuslim yang turut merayakannya dan mengenakan hijab meski ia bukan muslim. Dan efeknya setelah mencoba berhijab ia mulai banyak membaca mengenai islam dan Alhamdulillah, hidayah pun datang dan kini yang bersangkutan telah memeluk islam atas kesadaran sendiri. Keren kan?
                So, buat kamu-kamu yang ‘muslim’ mulai sekarang jangan lagi sebut 14 Februari sebagai hari Valentine, tapi promosikanlah 14 Februari sebagai hari menutup aurat Internasional... :D
(Diolah dari berbagai sumber)
SELAMAT HARI MENUTUP AURAT INTERNASIONAL