Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

*pacaran ??


‎by: Ratna (farohis '13)
Shobat, ngebahas masalah percintaan dan pacaran gak bakal ada habisnya. Dan ini adalah topic yang seru untuk di bicarakan.. setuju ??
Yuk kita intip sedikit tentang masalah pacaran hehe…
Kata orang nih, pacaran adalah salah satu metode penjajakan yang dilakukan seseorang sebelum menginjak ke pelaminan alias menikah.
Shob.. dalam islam gak ada yang namanya pacaran pra nikah, adanya pacaran pasca nikah.. setuju?? Setuju..
Tapi melihat fenomena remaja sekarang ini, kayaknya kalo gak pacaran belum lengkap. Takut di cap kuper lah, kolot, gak gaul. Dan kata yang sejenisnya. kita hidup di dunia ini karena Alloh, kita hidup di dunia ini punya tugas. Yupz.. beribadah kepada Alloh adalah tugas kita. Lalu gimana dengan pacaran ???
** 
Kata teman-teman saya.. pacaran itu bisa numbuhin semangat untuk pergi ke sekolah, semangat belajar, semangat beraktivitas. Intinya, kata mereka pacaran itu bisa membangkitkan semangat diri.. setuju gak tuh ?? GAK!!!
Lepas dari itu semua, pacaran itu dampak negatifnya luar biasa loh… nih
1. Katanya bikin semangat bersekolah, iya sih gak salah,,, tapi semangatnya bukan untuk pelajaran tapi untuk ketemu si do’i. ya gak ??
2. Ngabisin duit. Gak percaya ??? Tanya aja para aktivis merh jambu itu.
3. Pacaran itu DOSA. Yee… nawar. :/ udah pasti lagi, Alloh udah ngelarang kita untuk mendekati zina. Dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan kita padanya tentu di haramkan kan ?? termasuk PACARAN.
4. Sering kena panyakit GALAU. Iya apa iya ??? yang ini pasti bener. Lihat deh para aktivis mareh jambu itu. Dikit-dikit GALAU, dikit-dikit galau. Heheh galau kok dikit-dikit >,<.
5. Di bakar api CEMBURU. Hello…. Pacar kamu itu bukan siapa-siapa kamu, ngapain juga kamu cemburu ?? Cuma ngabisin energy kamu aja.
6. Produktivitas berkurang. Kalau kamu pacaran, pasti waktu kamu bakalan tersita buat pacar kamu. Ya gak ?? jadi gak produktif kan ??
7. Putus cinta galau luar biasa. Kalau ada lagu “jatuh cinta berjuta rasa” ( ada asem, manis, pait kali yaaa :P ) tapi kalau putus cinta galau jadinya. Haduduh.. hidup kok di bikin galau. Dunia gak selebar daun kelor broo..
8. Ngabisin pulsa.
9. Buang-buang waktu.
10. Aktivitas yang di senengin setan ( berarti kamu temennya setan dok :P ). Aktivitas yang di benci Alloh merupakan aktivitas yang disukai setan.
Dan masih buanyakkk lagi dampak negative yang di sebabkan oleh aktivitas yang terlarang ini.
Ane mau ngomporin aja nih….. lebih baik putusin aja pacarmu sebelum terlambat, lekaslah bertaubat karena ajal semakin dekat, gak mau kan kalau ajalnya datang pas lagi maksiat ?? mending cepetan bertaubat sebelum ajal mendekat. Hehehe
Cinta itu fitrah… cinta itu gak salah kok… karena itu sebuah anugrah yang indah dari Yang maha Rahmah. Tapi cinta itu juga bisa jadi fitnah tatkala kita salah arah dalam managementnya.
Nih ada beberapa tips supaya kamu terhindar dari yang namanya pacaran :
1. Gunain waktu luang kamu buat hal yang bermanfaat seperti melakukan hobby kamu.
2. Tutup telinga. Loh maksudnya ??? biarin aja di katain kuper, kolot, gak gaul karena kamu gak punya pacar.
3. Selalu mendekatkan diri pada Illahi, dan minta pada-Nya supaya di jauhkan dari aktivitas yang penuh dengan maksiat.
4. Perbanyak teman.
5. Jangan biarkan waktu luang. Tujuannya biar gak ngelamun and panjang angan-angan.
6. Aktif dalam berbagai organisasi ( yang positif tentunya).
7. Menundukkan pandangan or bahasa kerennya ghadul basher gtu
8. Sadar !!! lah emang pingsan apa ?? bukan itu maksudnya shob.. sadar disini, kamu harus sadar kalau aktivitas pacaran itu dosa and bisa ngejerumusin kamu ke hal yang negative. Percaya deh ^^

Nah itu bebera tips agar kamu terhindar dari penyakit merah jambu itu. Hehehe

Di akhir celotehan saya ini, saya teringat sebuah perkataan dari guru saya, “ KEJARLAH CITA MAKA CINTA AKAN MENGIKUTINYA”

Jadi.. untk shobat muda yang ku sayangi karena Alloh ( cieehhh)… mending kita focus dulu ke apa yang kita impikan dan cita-citakan. Masalah cinta nanti belakangan. Gak usah risau karena Alloh juga udah nyiapin pasangan kita kan ?? ( hehehh)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) …” ( QS. AN-Nuur:26)

Let’s say NO TO PACARAN

*kritik dan saran sangat ana butuhkan biar bisa corat-coret lebih baik lg :)

Kamis, 24 Januari 2013

Pemuda Mental ‘Galau’


by: Sigit (farohis '12)
Sungguh miris bila melihat mental pemuda/i muslim di era ini. Hidupnya hanya berputar pada hal-hal yang lebih banyak mudhorotnya. Seperti dalam siklus ‘pacaran’, mulai dari pedekateà jadian àkonflikàputusàganti pacar, yang semuanya akan mengarah pada kata ‘galau’. Mirisnya lagi hampir seluruh hidupnya akan diabdikan pada si ‘dia’ yang belum tentu juga jadi jodohnya. Seolah-olah hidup ini cuma untuk si ‘dia’.
Tak Cuma hidup, sampai mati pun rela asal untuk si ‘dia’. Mau makan ingat si ‘dia’, mau tidur ingat si ‘dia’, sedang sedih ingat si ‘dia’ (jadi mirip lagu ya). Lalu dimana Allah? Seakan-akan si ‘dia’ telah menjadi ‘ilah’ lain selain Allah, na’udzubillah. Padahal seharusnya hanya u/ Allah, Rasul dan agamaNyalah hidup dan mati kita. “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”(QS Al-An’am 162)
Alangkah ruginya, mengorbankan waktu, dana, tenaga, bahkan agama dan kehormatannya hanya untuk mencari keridhoan manusia yang belum tentu jadi jodohnya. Anehnya sudah tahu rugi, setelah putus cinta tak jua ‘sadar’ malah mencari mangsa lainnya, na’udzubillah. Padahal sudah jelas perintahNya untuk tidak mendekati zina. Semua peringatan tidak diindahkan, entah karena tak tahu atau sengaja tak mau tahu.
Input Bobrok
Tak aneh bila sering kita temukan remaja bermental demikian karena sejak awal ‘inputnya’ memang sudah bobrok. Mulai dari lagu-lagu yang kebanyakan memang bertemakan percintaan yang galau, cengeng, perselingkuhan dan sejenisnya. Hingga tayangan-tayangan di TV dan tabloid remaja yang kebanyakan bertema serupa. Yang lebih miris lagi sampai lagu anak-anak pun bertemakan percintaan, na’udzubillah.
Dalam sinetron, anak SD saja sudah bisa pacaran. Artis-artis cilik pun (afwan) bukannya memberi contoh yang baik malah mempromosikan lagu-lagu dewasa yang bertemakan serupa. Tak aneh bila sekarang kita temui banyak anak SD sudah berani pacaran, na’udzubillah. Entah mengapa ‘virus’ ini terus menyebar di negeri kita tercinta.

Mau dibawa kemana?
Bila mental pemudanya sudah demikian, lalu mau dibawa kemana masa depan agama, bangsa dan negara ini? “Pemuda sekarang adalah pemimpin esok hari”. Lalu bila pemudanya demikian akan seperti apa hari esok untuk negeri ini?? Padahal masih banyak yang harusnya disiapkan, masih banyak yang perlu dipikirkan oleh para pemuda.
Pemuda dahulu selalu menjadi tonggak perubahan, penegak keadilan, pionir dari perbaikan bangsa ini. Mulai dari sumpah pemuda, peristiwa rengasdengklok, runtuhnya orde lama, runtuhnya orde baru dan bangkitnya reformasi semua dipelopori oleh pemuda. Lalu bagaimana nasib bangsa ini bila pemudanya sudah ‘mlempem’ dan tidak peduli lagi pada yang lain selain si ‘dia’? Tidak kritis lagi karena di otaknya hanya memikirkan bagaimana menarik perhatian si ‘dia’?Na’udzubillah.
Pantas saja kasus korupsi semakin menjadi-jadi, karena para pemudanya sudah tak lagi peduli. Pantas saja kekayaan bangsa sering dieksploitasi ‘asing’ karena pemudanya tak mau memikirkan cara untuk mengelolanya sendiri. Pantas saja, kasus narkoba tak ujung tuntas karena pemudanya tak merasa perlu untuk segera menuntaskan, bahkan malah terjebak jadi penggunanya. Pantas saja kasus pelecehan seksual hingga aborsi tak kunjung henti karena pemudanya tak pernah memikirkan solusi justru terlibat didalamnya.
Itu baru masalah di dalam negeri. Lalu bagaimana dengan nasib muslim di negeri lainnya? Bagaimana dengan Gaza? Suriah? Rohingnya? Kapan terpikirkan untuk memberi bantuan bila di pikirannya hanya ada si ‘dia’ dan ‘dia’ seorang? Wahai, sudah seegois itukah pemuda-pemudi kita??
Solusi
Bila benar-benar ingin menyelamatkan negeri ini maka seharusnya masalah ini tidak dianggap sebagai hal sepele. Kita merindukan sosok pemuda muslim yang teguh dengan idealismenya. Kita merindukan sosok pemuda yang kritis dan selalu memperjuangkan kebenaran. Kita merindukan sosok pemuda muslim yang kreatif, solutif dan cerdas dalam menyelesaikan segala permasalahan.
Sekali lagi semua berawal dari input. Bila diinginkan ‘output’ pemuda muslim yang anti galau maka media sebagai ‘input’ pun harus merevolusi diri, dan beralih menampilkan tayangan/tulisan yang positif. Pemuda muslim harus kembali lagi didekatkan pada agamanya. Dikenalkan pada Qur’an dan sunnah-sunnahNya. Wallohua’lam bisshowwab

Oleh: Sigit Arif Anggoro